Minggu, 01 Desember 2019

PENDALAMAN TERAPI SHALAT BAHAGIA



PTSB
(Pendalaman Terapi Sholat Bahagia)
Oleh : Prof. Dr. Moh. Ali Aziz, M.Ag

Dengan mengikuti Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) ini kita dapat merubah mindset untuk ikhlas dan ridlo atas keputusan Allah SWT, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti Pendalaman Terapi Shalat Bahagia (PTSB) ini. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tetapi semata-mata penghayatan shalatnya yang sangat luar biasa. Tujuan utama shalat adalah kokohnya mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qona’ah), sedangkan soal kesembuhan, rizki dan lain sebagainya hanyalah bonus semata, sekalipun hal tersebut sangat kita butuhkan.
            Sebelum melakukan Training Pendalaman Terapi Shalat Bahagia sebaiknya kita menulis Daftar Anugrah dan Daftar Masalah juga Daftar Harapan kita. Daftar Anugrah adalah apa saja nikmat besar yang telah Allah SWT berikan kepada kita selama ini, hal tersebut agar pernyataan syukur kita bisa terfokus selama shalat. Kita juga perlu mencatat Daftar Masalah dan Harapan kita. Dengan bantuan Daftar Masalah dan Harapan (DMH) yang telah kita siapkan tersebut, kita bisa rukuk dan sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Jika untuk bertemu dengan seorang presiden saja kita harus menyiapkan mental dan tulisan-tulisan yang hendak kita ungkapkan di depan presiden, maka untuk berdoa dan menghadap kepada Allah SWT kita juga harus menyiapkan tulisan doa dengan pilihan kata dan kalimat yang akan kita adukan kepada Allah SWT pada waktu shalat.
Allah SWT menguji manusia dengan berbagai macam cobaan, dan manusia tidak dapat lari dari cobaan atau ujian yang Allah SWT timpakan pada dirinya. Misalnya, Allah SWT tetapkan seseorang menjadi laki-laki, maka dia tidak bisa menolak ketetapan ini. Begitu juga seseorang yang Allah SWT jadikan perempuan, dia tetap harus menerima apa adanya sekalipun hatinya tidak menyukainya. Kita harus menerima apapun itu keputusan Allah SWT karena keputusan Allah itu adalah yang terbaik untuk kita. Allah SWT mengetahui berapa kemampuan dari hamba-Nya.
Apabila kita sedang dihadapkan dengan suatu masalah yang menurut kita sangat berat, dan akhirnya kita mengeluh kepada Allah SWT mengapa kita diberikan cobaan seperti ini. Maka mulai sekarang kita harus menghentikan semua keluhan itu dan merubah mindset kita bahwa berlatih positif ubah mindset menjadi sesuatu yang positif akan menjadikan sesuatu yang berat tersebut menjadi ringan. Da apabila Allah SWT menunda doa-doa yang telah kita panjatkan kepada-Nya, hal tersebut karena Allah SWT tau bahwa kita belum siap untuk menerimanya, karena Allah SWT tau seberapa besar kemampuan kita.
            Terapi Shalat Bahagia merupakan cara seseorang untuk mencapai sebuah kebahagiaan melalui shalat. Seperti halnya ketika kita menghayati bunyi adzan yakni hayya ‘ala shalah (mari kita melaksanakan shalat) kemudian hayya ‘alah falah (mari kita meraih kebahagiaan). Jadi, disitu sudah jelas bahwa memang shalat menghantarkan kita menuju kepada kebahagiaan. Oleh karena itu, didalam Terapi Shalat Bahagia ini terdapat beberapa doa dan renungan dalam Gerakan shalat.
            Secara garis besar ada 6 gerakan utama dalam shalat, yaitu: berdiri, ruku’, i’tidal, sujud, duduk di antara dua sujud, dan tasyadud. Masing-masing Gerakan ini harus harus di lakukan dengan tenang dan penuh penghayatan. penghayatan bisa dilakukan dengan cara diam sejenak sebelum dan sesudah membaca doa untuk merenungi setiap poin-poin penting yang terdapat dalam setiap gerakan shalat. Tariklah nafas, tahan sebentar, lalu keluarkan nafas pelan-pelan. Setelah kita berhasil meresapi poin-poi penting dalam penghayatan yang mendalam beru kita lanjutkan ke gerakan shalat yang selanjutnya.

Berikut adalah poin-poin penghayatan dan renungan pada setiap Gerakan shalat, sebelum itu  Hafalkan dan hayati isi kalimat kunci untuk semua gerakan shalat: SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL dan lakukan renungan seperti berikut:
1.      Pada posisi sholat yang pertama yaitu posisi saat berdiri ingat kata kunci SUBHAN ( SU: Syukur, B: Bimbingan, dan HAN: Ketahanan Iman)
Pada posisis berdiri kita membaca doa pembuka (iftitah), surat al-Fatihah, dan beberapa ayat al-Qur’an. Pada posisi berdiri ini hanya surat al-Fatihah yang wajib untuk kita baca, sebab di dalam bacaan surat al-Fatihah ini kita dianjurkan untuk berhenti sejenak untuk menunggu jawaban dari Allah dan memuja-Nya. Inti dari surat al-Fatihah yaitu sebagai berikut:
a)      Rasa Syukur kepada Allah SWT
Bersyukurlah atas apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita selama ini. Pemberian Allah SWT tak terhingga, begitu baik Allah terhadap hamba-Nya. Kta bersyukur atas segala anugerah Allah Yang Maha Meguasai dan Mengatur alam semesta beserta isinya, Maha Memenuhi kebutuhan manusia, Maha Pengasih, Maha Adil dan Teliti dalam pengadilan di akhirat. Selama jantung kita masih berdetak, selama itu pula nikmat Allah mengalir kepada kita. Maka seharusnya setiap detiik kita wajib mengingat dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Dalam posisi berdiri ini ingatlah semua nikmat itu dan syukurilah. Sebutlah di dalam hati satu persatu nikmat besar Allah yang telah kita terima selama ini. Menunduklah untukk berterima kasih kepada-Nya.
b)      Mohon Bimbingan Allah SWT
 Mintalah bimbingan kepada Allah SWT agar kita beserta keluarga kita senantiasa tetap berada di jalan yang di ridlai oleh Allah SWT. Kita diberi akal oleh Allah SWT, akan tetapi kita tidak akan bisa menemukan kebenaran dengan akal tanpa petunjuk dari Allah. Setelah mengetahui yang benarpun kita masih membutuhkan bimbingan dan kekuatan untuk bisa melakukannya, dan masih diperlukan lagi bimbingan untuk ikhlas melakukannya.
c)      Ketahanan Iman
Dan mohonlah ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan dan murka Allah SWT. Iman seseorang selalu naik turun. Maka daripada itu kita memohon ketahanan iman agar menjadi seorang hamba yang dirahmati oleh Allah, dan memiliki kekuatan untuk melawan hawa nafsu setan yang setiap detik membelokkan kita dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat.
(Bersyukurlah atas segala nikmat yang telah Allah berikan kepada kita selama ini dan memohon ampun karena sering mengeluh atas segala permasalahan yang menimpa kita dan berjanjilah untuk tidak mengulanginya.)
2.      Pada posisi shalat yang kedua yaitu posisi Rukuk ingat kata kunci TURUT ( TU: Tunduk, dan RUT: Menurut)
Gerakan wajib berikutnya setelah berdiri adalah rukuk yaitu membungkukkan badan dengan kedua tangan di lutut, dan wajah diarahkan ke tempat sujud. Rukuk wajib dilakukan untuk setiap rakaat. Dengan rukuk, kita jauhkan pengagungan diri sendiri, orang lain dan apa saja di hati selain Allah. Rukuk haruslah rukuk hati, badan hanya mengikutinya. Jika hati telah rukuk kepada AllahYang Maha Suci dan Maha Agung, semua badan menjadi ringan menjalankan perintah Allah SWT. Ada dua hal penting yang harus dihayati dalam posisi rukuk, yaitu:
a.       Tunduk kepada kehendak Allah
Kita tunduk sepenuhnya kepada apapun yang menjadi kehendak Allah Yang Maha Suci dan Maha Agung.serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua persoalan kepada
Allah SWT. Allah paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Terimalah apa saja yang telah menjadi kehendak-Nya
b.      Menurut kepada semua perintah Allah
Kita berjanji untuk senantiasa menurut kepada perintah Allah. Ikrar syahadat yang berkali-kali diucapkan dalam shalat dalam ikrar ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi kita sering mengingkarinya. Tidak sedikit perintah Allah yang kita abaikan. Oleh sebab itu dalam rukuk, kita juga memohon ampunan atas pelanggaran atau kemaksiatan itu.
(Ceritakan tentang masalah yang sedang dialami saat ini kepada Allah SWT, sesungguhnya Allah Maha Mendengar apa yang dikatakan oleh hamba-Nya. Dan yakinlah bahwa Allah SWT akan menolong kita, karena Allah SWT Maha Kuasa Menolong hamba-Nya. Allah tidak akan membiarkan hamba-Nya sendirian menghadapi segala masalah. Pasrahkan semua masalah kepada Allah SWT dan ikhlaskanlah apapun itu keputusan Allah SWT.)
3.      Pada posisi shalat yang ketiga yaitu posisi I’tidal ingat kata kunci HADIR ( HA: Hak Pujian, dan DIR: Takdir)
Dari beberapa doa i‟tidal (bangkit dari rukuk), ada dua hal penting yang perlu dihayati dalam posisi ini, yaitu:
a.       Hak Pujian
Segala puji hanya untuk Allah SWT. Dialah satu-satunya yang berhak dipuji. Dia Maha Kuasa, Penguasa langit dan bumi, dan Maha Pemberi. Kita harus memuji Allah setiap saat, dalam keadaan enak atau tidak, suka atau tidak suka
Tidak seharusnya kita meminta pujian dari orang lain sesame manusia dalam bentuk apapun. Karena Hak Pujian hanya milik Allah semata. Segala jenis pekerjaan kita lakukan semata-mata untuk mengharap ridla dari Allah SWT.
b.      Takdir
Segala sesuatu tidak ada yang terjadi secara kebetulan, semua itu atas izin dan kehendak Allah SWT. Jika Allah telah berkehendak untuk menjadikan segala sesuatu, maka tidak aka nada yang bisa menghalanginya. Kita harus menerima dengan senang hati segala sesuatu yang telah Allah berikan kepada kita entah itu yang bersangkutan dengan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan apa saja yang kita rasakan.
(Berdoalah agar dihapuskan dari sikap yang ingin dipuji, mengharap penghormatan dan terima kasih dari orang. Dan sebaliknya. Dan mohonlah kekuatan kesabaran dalam menghadapi cacian dan kezaliman orang. Allah SWT pasti memiliki rencana yang indah bagi hamba-Nya.)
4.      Pada posisi shalat yang keempat yaitu posisi Sujud ingat kata kunci MASJID (MA: Maaf, S: Sinar, JID: Jiwa dan Raga)
Sujud merupakan posisi yang sangat agung dalam shalat setelah rukuk. Dalam sujud seseorang tidak dapat menoleh kepada siapapun dan kemanapun kecuali menghadap kepada Allah. Rurkuk adalah simbol penghambaan sedangkan sujud adalah simbol kedekatan. Mintalah ampunan kepada Allah atas segala dosa-dosa yang telah diperbuat Selama  ini. Sujud dilakukan setelah rukuk, karena siapapun yang tidak memiliki etika pengahambaan, ia tidak akan bisa dekat dengan Allah SWT.
5.      Posisi shalat yang kelima yaitu posisi Duduk Antara Dua Sujud dan ingat kata kunci AKSI ( A: Ampunan, K: Kasih, S: Sejahtera, I: Iman)
Ada bebrapa doa yang harus dihayati pada posisi Duduk Antara Dua Sujud ini, yaitu:
a.       Ampunan
Hamper tiada hari yang kita lewati tanpa dosa dan kesalahan, tanpa ampunan dari Allah SWT, pasti kita menjadi orang yang paling sengsara di akhirat.
b.      Kasih Sayang
Ampunan Allah selalu berkaitan dengan kasih (rahmat)-Nya. Kedua hal tersebut yang akan menjadi penentu kita di dunia dan di akhirat kelak.
c.       Sejahtera
Terpenuhinya semua kebutuhan hidup kita selama ini jasmani dan rohani. Termasuk kesehatan fisik. Kita memohon kesehatan dan rizki yang lancar dengan niat yang baik seperti mendapat kemudahan dalam beribadah dan membantu sesama.
d.      Iman
Keimanan yang kokoh dan petunjuk sepanjang waktu. Iman kita sangatlah labil apalagi dengan godaan duniawi ynag hanya sementara ini.

6.      Posisi shalat yang keenam yaitu posisi duduk Tasyahud ingat kata kunci SOSIAL (SO: Solawat, SI: Persaksian, AL: Tawakal)
Posisi duduk ini disebut dengan duduk “Tasyahud” karena didalamnya terdapat bacaan “Syahadat”, yakni sebuah ikrar keimanan. Dengan sebuah iman yang benar maka seseorang akan menjalankan segala perintah Allah SWT bukan menjadi beban melainkan menjadi sebuah kebutuhan. Menrima apapun yang telah Allah tetapkan dengan hati yang ikhlas, ridla, dan senang hati serta tawakal kepada Allah SWT.
Terdapat 3 poin penting yang harus di hayati ketika melakukan duduk Tasyahud, yaitu:
a.       Shalawat
Shalawat dan salam kita berikan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, sebagai ungkapan rasa terimakasih atas jasa beliau yang telah mengenalkan kita kepada Allah SWT dan membimbing kita bagaimana cara beribadah kepada-Nya.
b.      Persaksian
Kita bersaksi bahwa “Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Kita memohon kepada Allah agar tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul-Nya sepanjang hidup, dan meninggal dengan keadaan iman yang sempurna.
c.       Tawakal
Kita serahkan segala sesuatu sepenuhnya kepada Allah setelah kita berikhtiar dengan maksimal. Kita pasrahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada Allah SWT, Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya.
Dengan metode-metode atau pendalaman Shalat Bahagia inilah shalat itu digunakan untuk mencapai sebuah kebahagiaan dengan tanpa mengurangi nilai-nilai penting yang terdapat di dalam ibadah Shalat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar