PTSB
(Pendalaman Terapi
Sholat Bahagia)
Oleh : Prof. Dr.
Moh. Ali Aziz, M.Ag
Dengan mengikuti Pendalaman Terapi
Shalat Bahagia (PTSB) ini kita dapat merubah mindset untuk ikhlas dan ridlo
atas keputusan Allah SWT, lebih percaya diri, optimis, tenang di tengah
keluarga, dan kesembuhan dari beberapa penyakit setelah mengikuti Pendalaman
Terapi Shalat Bahagia (PTSB) ini. Bukan founder dan bukunya yang hebat, tetapi semata-mata
penghayatan shalatnya yang sangat luar biasa. Tujuan utama shalat adalah kokohnya
mindset T2Q (tawakal, tumakninah, dan qona’ah), sedangkan soal
kesembuhan, rizki dan lain sebagainya hanyalah bonus semata, sekalipun hal
tersebut sangat kita butuhkan.
Sebelum
melakukan Training Pendalaman Terapi Shalat Bahagia sebaiknya kita menulis
Daftar Anugrah dan Daftar Masalah juga Daftar Harapan kita. Daftar Anugrah
adalah apa saja nikmat besar yang telah Allah SWT berikan kepada kita selama
ini, hal tersebut agar pernyataan syukur kita bisa terfokus selama shalat. Kita
juga perlu mencatat Daftar Masalah dan Harapan kita. Dengan bantuan Daftar
Masalah dan Harapan (DMH) yang telah kita siapkan tersebut, kita bisa rukuk dan
sujud lebih lama dengan penuh penghayatan. Jika untuk bertemu dengan seorang
presiden saja kita harus menyiapkan mental dan tulisan-tulisan yang hendak kita
ungkapkan di depan presiden, maka untuk berdoa dan menghadap kepada Allah SWT
kita juga harus menyiapkan tulisan doa dengan pilihan kata dan kalimat yang
akan kita adukan kepada Allah SWT pada waktu shalat.
Allah SWT menguji manusia dengan
berbagai macam cobaan, dan manusia tidak dapat lari dari cobaan atau ujian yang
Allah SWT timpakan pada dirinya. Misalnya, Allah SWT tetapkan seseorang menjadi
laki-laki, maka dia tidak bisa menolak ketetapan ini. Begitu juga seseorang
yang Allah SWT jadikan perempuan, dia tetap harus menerima apa adanya sekalipun
hatinya tidak menyukainya. Kita harus menerima apapun itu keputusan Allah SWT
karena keputusan Allah itu adalah yang terbaik untuk kita. Allah SWT mengetahui
berapa kemampuan dari hamba-Nya.
Apabila kita sedang dihadapkan
dengan suatu masalah yang menurut kita sangat berat, dan akhirnya kita mengeluh
kepada Allah SWT mengapa kita diberikan cobaan seperti ini. Maka mulai sekarang
kita harus menghentikan semua keluhan itu dan merubah mindset kita bahwa
berlatih positif ubah mindset menjadi sesuatu yang positif akan menjadikan
sesuatu yang berat tersebut menjadi ringan. Da apabila Allah SWT menunda
doa-doa yang telah kita panjatkan kepada-Nya, hal tersebut karena Allah SWT tau
bahwa kita belum siap untuk menerimanya, karena Allah SWT tau seberapa besar
kemampuan kita.
Terapi
Shalat Bahagia merupakan cara seseorang untuk mencapai sebuah kebahagiaan
melalui shalat. Seperti halnya ketika kita menghayati bunyi adzan yakni hayya
‘ala shalah (mari kita melaksanakan shalat) kemudian hayya ‘alah falah (mari
kita meraih kebahagiaan). Jadi, disitu sudah jelas bahwa memang shalat
menghantarkan kita menuju kepada kebahagiaan. Oleh karena itu, didalam Terapi
Shalat Bahagia ini terdapat beberapa doa dan renungan dalam Gerakan shalat.
Secara
garis besar ada 6 gerakan utama dalam shalat, yaitu: berdiri, ruku’, i’tidal,
sujud, duduk di antara dua sujud, dan tasyadud. Masing-masing Gerakan ini harus
harus di lakukan dengan tenang dan penuh penghayatan. penghayatan bisa
dilakukan dengan cara diam sejenak sebelum dan sesudah membaca doa untuk
merenungi setiap poin-poin penting yang terdapat dalam setiap gerakan shalat.
Tariklah nafas, tahan sebentar, lalu keluarkan nafas pelan-pelan. Setelah kita
berhasil meresapi poin-poi penting dalam penghayatan yang mendalam beru kita
lanjutkan ke gerakan shalat yang selanjutnya.
Berikut adalah poin-poin
penghayatan dan renungan pada setiap Gerakan shalat, sebelum itu Hafalkan dan hayati isi kalimat kunci untuk
semua gerakan shalat: SUBHAN TURUT HADIR di MASJID untuk AKSI SOSIAL dan
lakukan renungan seperti berikut:
1.
Pada posisi sholat yang
pertama yaitu posisi saat berdiri ingat kata kunci SUBHAN ( SU: Syukur,
B: Bimbingan, dan HAN: Ketahanan Iman)
Pada posisis berdiri
kita membaca doa pembuka (iftitah), surat al-Fatihah, dan beberapa ayat
al-Qur’an. Pada posisi berdiri ini hanya surat al-Fatihah yang wajib untuk kita
baca, sebab di dalam bacaan surat al-Fatihah ini kita dianjurkan untuk berhenti
sejenak untuk menunggu jawaban dari Allah dan memuja-Nya. Inti dari surat
al-Fatihah yaitu sebagai berikut:
a)
Rasa Syukur kepada Allah
SWT
Bersyukurlah
atas apa yang telah Allah SWT berikan kepada kita selama ini. Pemberian Allah
SWT tak terhingga, begitu baik Allah terhadap hamba-Nya. Kta bersyukur atas
segala anugerah Allah Yang Maha Meguasai dan Mengatur alam semesta beserta
isinya, Maha Memenuhi kebutuhan manusia, Maha Pengasih, Maha Adil dan Teliti
dalam pengadilan di akhirat. Selama jantung kita masih berdetak, selama itu
pula nikmat Allah mengalir kepada kita. Maka seharusnya setiap detiik kita
wajib mengingat dan mensyukuri nikmat Allah SWT. Dalam posisi berdiri ini
ingatlah semua nikmat itu dan syukurilah. Sebutlah di dalam hati satu persatu
nikmat besar Allah yang telah kita terima selama ini. Menunduklah untukk
berterima kasih kepada-Nya.
b)
Mohon
Bimbingan Allah SWT
Mintalah bimbingan kepada Allah SWT agar kita
beserta keluarga kita senantiasa tetap berada di jalan yang di ridlai oleh
Allah SWT. Kita diberi akal oleh Allah SWT, akan tetapi kita tidak akan bisa
menemukan kebenaran dengan akal tanpa petunjuk dari Allah. Setelah mengetahui
yang benarpun kita masih membutuhkan bimbingan dan kekuatan untuk bisa
melakukannya, dan masih diperlukan lagi bimbingan untuk ikhlas melakukannya.
c)
Ketahanan
Iman
Dan
mohonlah ketahanan iman untuk melawan hawa nafsu agar selamat dari kesesatan
dan murka Allah SWT. Iman seseorang selalu naik turun. Maka daripada itu kita
memohon ketahanan iman agar menjadi seorang hamba yang dirahmati oleh Allah,
dan memiliki kekuatan untuk melawan hawa nafsu setan yang setiap detik
membelokkan kita dari jalan yang benar menuju jalan yang sesat.
(Bersyukurlah
atas segala
nikmat yang telah Allah berikan kepada kita selama ini dan memohon ampun karena
sering mengeluh atas segala permasalahan yang menimpa kita dan berjanjilah
untuk tidak mengulanginya.)
2.
Pada posisi shalat yang
kedua yaitu posisi Rukuk ingat kata kunci TURUT ( TU: Tunduk, dan
RUT: Menurut)
Gerakan
wajib berikutnya setelah berdiri adalah rukuk yaitu membungkukkan badan dengan
kedua tangan di lutut, dan wajah diarahkan ke tempat sujud. Rukuk wajib dilakukan untuk
setiap rakaat. Dengan rukuk, kita jauhkan pengagungan diri sendiri,
orang lain dan apa
saja di hati selain Allah. Rukuk haruslah rukuk hati, badan hanya
mengikutinya. Jika hati
telah rukuk kepada AllahYang Maha Suci dan Maha Agung, semua badan
menjadi ringan menjalankan perintah Allah SWT. Ada dua hal penting yang
harus dihayati dalam posisi rukuk, yaitu:
a.
Tunduk kepada kehendak Allah
Kita
tunduk sepenuhnya kepada apapun yang menjadi kehendak Allah Yang Maha Suci
dan Maha Agung.serahkan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin dan semua
persoalan kepada
Allah SWT. Allah paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Terimalah apa saja yang telah menjadi kehendak-Nya
Allah SWT. Allah paling tahu apa yang terbaik untuk kita. Terimalah apa saja yang telah menjadi kehendak-Nya
b.
Menurut kepada semua perintah Allah
Kita
berjanji untuk senantiasa menurut kepada perintah Allah. Ikrar syahadat yang berkali-kali
diucapkan dalam shalat dalam ikrar ketaatan kepada Allah dan Rasul-Nya. Tapi kita sering
mengingkarinya. Tidak
sedikit perintah Allah yang kita abaikan. Oleh sebab itu dalam rukuk,
kita juga memohon ampunan atas pelanggaran atau kemaksiatan itu.
(Ceritakan tentang
masalah yang sedang dialami saat ini kepada Allah SWT, sesungguhnya Allah Maha Mendengar
apa yang dikatakan oleh hamba-Nya. Dan yakinlah bahwa Allah SWT akan menolong kita,
karena Allah SWT Maha Kuasa Menolong hamba-Nya. Allah tidak akan membiarkan
hamba-Nya sendirian menghadapi segala masalah. Pasrahkan semua masalah kepada
Allah SWT dan ikhlaskanlah apapun itu keputusan Allah SWT.)
3.
Pada posisi shalat yang
ketiga yaitu posisi I’tidal ingat kata kunci HADIR ( HA: Hak
Pujian, dan DIR: Takdir)
Dari
beberapa doa i‟tidal (bangkit dari rukuk), ada dua hal
penting yang perlu dihayati dalam posisi ini, yaitu:
a.
Hak
Pujian
Segala
puji hanya untuk Allah SWT. Dialah satu-satunya yang berhak dipuji. Dia Maha
Kuasa, Penguasa langit dan bumi, dan Maha Pemberi. Kita harus memuji Allah setiap saat,
dalam keadaan
enak atau tidak, suka atau tidak suka
Tidak
seharusnya kita meminta pujian dari orang lain sesame manusia dalam bentuk
apapun. Karena Hak Pujian hanya milik Allah semata. Segala jenis pekerjaan kita
lakukan semata-mata untuk mengharap ridla dari Allah SWT.
b.
Takdir
Segala
sesuatu tidak ada yang terjadi secara kebetulan, semua itu atas izin dan
kehendak Allah SWT. Jika Allah telah berkehendak untuk menjadikan segala
sesuatu, maka tidak aka nada yang bisa menghalanginya. Kita harus menerima
dengan senang hati segala sesuatu yang telah Allah berikan kepada kita entah
itu yang bersangkutan dengan hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan apa saja
yang kita rasakan.
(Berdoalah agar
dihapuskan dari sikap yang ingin dipuji, mengharap penghormatan dan terima
kasih dari orang. Dan sebaliknya. Dan mohonlah kekuatan kesabaran dalam
menghadapi cacian dan kezaliman orang. Allah SWT pasti memiliki rencana yang indah
bagi hamba-Nya.)
4.
Pada posisi shalat yang
keempat yaitu posisi Sujud ingat kata kunci MASJID (MA: Maaf, S:
Sinar, JID: Jiwa dan Raga)
Sujud merupakan posisi
yang sangat agung dalam shalat setelah rukuk. Dalam sujud seseorang tidak dapat
menoleh kepada siapapun dan kemanapun kecuali menghadap kepada Allah. Rurkuk
adalah simbol penghambaan sedangkan sujud adalah simbol kedekatan. Mintalah
ampunan kepada Allah atas segala dosa-dosa yang telah diperbuat Selama ini. Sujud dilakukan setelah rukuk, karena
siapapun yang tidak memiliki etika pengahambaan, ia tidak akan bisa dekat
dengan Allah SWT.
5.
Posisi shalat yang
kelima yaitu posisi Duduk Antara Dua Sujud dan ingat kata kunci AKSI ( A:
Ampunan, K: Kasih, S: Sejahtera, I: Iman)
Ada bebrapa doa yang harus dihayati
pada posisi Duduk Antara Dua Sujud ini, yaitu:
a.
Ampunan
Hamper tiada hari yang kita lewati
tanpa dosa dan kesalahan, tanpa ampunan dari Allah SWT, pasti kita menjadi orang
yang paling sengsara di akhirat.
b.
Kasih Sayang
Ampunan Allah selalu berkaitan
dengan kasih (rahmat)-Nya. Kedua hal tersebut yang akan menjadi penentu
kita di dunia dan di akhirat kelak.
c.
Sejahtera
Terpenuhinya semua kebutuhan hidup
kita selama ini jasmani dan rohani. Termasuk kesehatan fisik. Kita memohon
kesehatan dan rizki yang lancar dengan niat yang baik seperti mendapat kemudahan
dalam beribadah dan membantu sesama.
d.
Iman
Keimanan yang kokoh dan petunjuk
sepanjang waktu. Iman kita sangatlah labil apalagi dengan godaan duniawi ynag
hanya sementara ini.
6.
Posisi
shalat yang keenam yaitu posisi duduk Tasyahud ingat kata kunci SOSIAL (SO:
Solawat, SI: Persaksian, AL: Tawakal)
Posisi duduk
ini disebut dengan duduk “Tasyahud” karena didalamnya terdapat bacaan “Syahadat”,
yakni sebuah ikrar keimanan. Dengan sebuah iman yang benar maka seseorang akan
menjalankan segala perintah Allah SWT bukan menjadi beban melainkan menjadi
sebuah kebutuhan. Menrima apapun yang telah Allah tetapkan dengan hati yang ikhlas,
ridla, dan senang hati serta tawakal kepada Allah SWT.
Terdapat
3 poin penting yang harus di hayati ketika melakukan duduk Tasyahud, yaitu:
a. Shalawat
Shalawat dan salam
kita berikan kepada baginda Nabi Muhammad SAW, sebagai ungkapan rasa
terimakasih atas jasa beliau yang telah mengenalkan kita kepada Allah SWT dan
membimbing kita bagaimana cara beribadah kepada-Nya.
b. Persaksian
Kita bersaksi bahwa
“Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah”. Kita memohon
kepada Allah agar tetap menjalankan apa yang diperintahkan oleh Allah dan
Rasul-Nya sepanjang hidup, dan meninggal dengan keadaan iman yang sempurna.
c. Tawakal
Kita serahkan segala
sesuatu sepenuhnya kepada Allah setelah kita berikhtiar dengan maksimal. Kita pasrahkan
hidup-mati, sehat-sakit, kaya-miskin, dan semua persoalan kepada Allah SWT,
Allah Maha Mengetahui apa yang terbaik untuk hambaNya.
Dengan
metode-metode atau pendalaman Shalat Bahagia inilah shalat itu digunakan untuk
mencapai sebuah kebahagiaan dengan tanpa mengurangi nilai-nilai penting yang
terdapat di dalam ibadah Shalat.